banner 728x250

Ini Alasan Kenapa Mesin Mobil Hybrid Butuh Oli Encer

Ini Alasan Kenapa Mesin Mobil Hybrid Butuh Oli Encer
banner 120x600
banner 468x60

KLATEN, KOMPAS.com – Mobil hybrid mulai menjadi tren industri otomotif di Tanah Air. Kendaraan dengan dua sumber tenaga ini diklaim paling cocok di masa transisi era elektrifikasi.

Maka dari itu kini muncul berbagai produk khusus untuk mobil hybrid karena kendaraan ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan mobil mesin bakar.

banner 325x300

Saat ini mulai tersedia oli khusus buat mobil hybrid yang memiliki ciri khas tersendiri. Perbedaan karakteristik mesin membuat mobil hybrid memerlukan pelumas khusus guna meningkatkan efisiensi.

Baca juga: Adu Spesifikasi Honda CR-V e:HEV dan Toyota Corolla Cross HEV

Yaris Cross HEV. Dok. Toyota Yaris Cross HEV.

Johan Wijaya, National Sales Manager PT Surya Global International (Cepsa Indonesia), mengatakan, kandungan oli mobil hybrid dengan oli mobil konvensional memiliki perbedaan spesifikasi.

“Mobil hybrid butuh oli dengan viskositas yang lebih encer, lebih tipis, karena kerja mesin tidak terlalu berat lagi,” ujar Johan di Jakarta, Senin (6/11/2023)

Berhubung mobil hybrid dituntut bisa menghasilkan efisiensi tinggi maka karakter mesinnya lebih presisi sehingga celah-celah antar komponen jauh lebih rapat menurut Johan.

Baca juga: Intip Spesifikasi Haval Jolion HEV, Mobil Hybrid Penantang Xforce

Test drive Honda CR-V e:HEV di BaliKompas.com – Aris Harvenda Test drive Honda CR-V e:HEV di Bali

“Jadi butuh oli yang lebih encer. Biasanya 0W, hingga yang paling kental mungkin 5W, oli mesin yang encer seperti 5W-20, 0W-20, 0W-16 malah yang dikembangkan untuk saat ini,” kata Johan.

Menurutnya, penggunaan oli yang tepat akan mempengaruhi performa, khususnya efisiensi bahan bakar, sekaligus hasil emisi gas buang kendaraan.

“Ya akselerasinya lebih responsif, jadi yang dibutuhkan memang 0W, bila kita masukkan yang 5W jadinya kental, kecepatan tidak maksimal, itu tidak bagus kepada mesin dalam jangka waktu yang panjang,” kata Johan.

Baca juga: Serupa tapi Tak Sama, Lexus LM dan Toyota Alphard HEV

Menurut Johan, oli mesin tetap mempengaruhi performa mesin mobil hybrid meski secara prinsip kerja mobil ini sudah mengandalkan dua sumber tenaga yakni dari bensin dan baterai.

“Selama dia pakai oli mesin, tetap berpengaruh kepada performa dari kendaraan itu,” ujarnya.

Johan juga mengatakan, transisi kendaraan konvensional menuju kendaraan listrik diyakini tidak akan mengurangi bisnis pelumas. Alasan ini pula yang mendasari masuknya merek oli asal Spanyol Cepsa ke Indonesia.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Link Original

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250