banner 728x250
Index  

Anies Beberkan Bukti Ketimpangan Hukum Saat Debat Capres Pertama

Ditanya Soal IKN, Anies: Masalah di Jakarta Harus Diselesaikan, Jangan DItinggalkan!
banner 120x600
banner 468x60

FokusFakta.com – Debat Pilpres 2024 pertama resmi digelar di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Selasa (12/12/2023). Sesuai tema debat yang pertama, semua capres diberi waktu untuk menjelaskan visi misi mereka terkait isu pemerintahan, hukum, hak asasi manusia (HAM), pemberantasan korupsi, penguatan demokrasi, peningkatan layanan publik dan kerukunan warga. 

Dalam kesempatan tersebut Capres nomor urut 1, Anies Baswedan menjadi yang pertama menyampaikan visi misinya. Dalam paparannya selama empat menit, Anies menyoroti terjadinya ketimpangan hukum yang terjadi di Indonesia saat ini. Praktik penegakan hukum yang tajam ke bawah dan tumpul ke atas masih sering terjadi di penegakan hukum.

banner 325x300

“Apakah ini akan diteruskan? Tidak. Ini harus dirubah. Negara harus menempatkan hukum sebagai rujukan utama untuk memberikan kepastian,” tegas Anies yang disambut gemuruh tepuk tangan pendukung paslon nomor urut 1.

Menurut Anies, hukum adalah alat untuk mencapai tujuan bernegara, bukan tujuan pribadi penguasa. Ketika prinsip tersebut tidak dipahami dan hukum tidak dijadikan rujukan utama, dan tidak dipegang erat oleh pemimpin tertinggi, maka produk hukum yang dihasilkan dan praktik hukum yang berjalan akan menjadi tidak adil, tidak bermanfaat, dan tidak memberikan kepastian.

“Ini adalah hukum di Indonesia. Yang dengan mudah dibengkokkan untuk kepentingan penguasa,” tutur Anies. Anies juga menyinggung tentang adanya milenial yang menjadi calon wakil presiden pada Pilpres 2024.

“Itu hanya satu orang, sementara ribuan Gen Z dan milenial lainnya ditangkap dan ditembaki gas air mata hanya karena mengkritik pemerintah. Apa ini yang mau dilanjutkan? Tidak! Ini yang harus kita ubah,” kata Anies. Apalagi pada 2019 terjadi demo penolakan hasil pilpres dari kubu Prabowo Subianto yang berujung pada tewasnya Gen Z dan milenial bernama Harun Ar Rasyid dan beberapa rekannya karena tertembak.

“Sampai hari ini keadilan dan kepastian hukum bagi anak tersebut belum diwujudkan. Hukum lagi-lagi ditundukkan oleh kepentingan politik, negara tidak hadir. Apa ini yang mau dilanjutkan? Tidak! Ini yang harus kita ubah,” tutur Anies lantang.

Yang ketiga, lanjut dia, peristiwa yang dialami Mega Suryani Dewi, seorang ibu muda yang meninggal akibat KDRT karena negara mengabaikan laporannya. “Sudah lapor, tetapi diabaikan. Negara tidak hadir untuk Ibu Mega. Apa ini yang mau dilanjutkan? Tidak! Ini yang harus kita ubah,” sambungnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250