banner 728x250

Persaingan Mobil Pikap Berbasis LPG di Korea Selatan

Persaingan Mobil Pikap Berbasis LPG di Korea Selatan
banner 120x600
banner 468x60

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Sejalan dengan aturan Pemerintah Korea Selatan tentang menuju era ramah lingkungan, ceruk pasar otomotif di Negeri Gingseng tersebut juga mengalami perubahan.

banner 325x300

Seperti era persaingan mobil pikap disel, yang kini akan digantikan dengan pikap berbasis Liquified Petroleum Gas (GAS) dengan mesin turbo. 

Misalnya seperti Hyundai Motor Company yang belum lama mengumumkan meluncurkan model Porter 2. Pikap tersebut punya bobot satu ton yang dilengkapi mesin turbo LPG 2.5.

Selanjutnya Kia juga meluncurkan pikap Bongo 3 dengan berkapasitas 1 ton yang dilengkapi mesin turbo dan LPG ke pasaran.

Baca juga: Adu Konsumsi BBM Accord RS Hybrid dan Camry Hybrid di Atas Kertas

Penghentian penggunaan kendaraan niaga diesel sesuai dengan revisi Undang-Undang Kawasan Pengelolaan Kualitas Udara yang akan berlaku di Korea Selatan mulai tahun depan.

Berdasarkan undang-undang tersebut, registrasi baru kendaraan diesel sudah dilarang untuk truk pengiriman kecil dan kendaraan sekolah anak-anak.

Sebaliknya, dua kategori itu hanya diperbolehkan memakai kendaraan ramah lingkungan seperti LPG dan kendaraan listrik.

Kia Bongo 3Naver Kia Bongo 3

Baca juga: Pebalap di Kalimantan Tewas Tertimpa Gerbang Start pada Ajang Bupati Paser Cup

“Kami berharap truk LPG baru, yang memiliki ramah lingkungan dan performa, akan menjadi kunci untuk membuka era kendaraan angkutan ramah lingkungan,” kata Lee Ho-jung, Presiden Asosiasi LPG Korea dikutip dari Naver.com, Minggu (10/12/2023). 

Untuk mendukung transisi ini Pemerintah Korsel akan memberikan subsidi 9 juta won atau sekitar Rp 108 juta untuk mengganti kendaraan diesel dan membeli kendaraan berbasis LPG.

Kemudian ada juga diskon tempat parkir umum dan tempat parkir bandara secara nasional untuk kendaraan LPG dan kendaraan rendah emisi lainnya.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Link Original

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250