banner 728x250

Boncengan dengan Posisi seperti Ini Ternyata Berbahaya

Boncengan dengan Posisi seperti Ini Ternyata Berbahaya
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, KOMPAS.com – Mengendarai sepeda motor dengan posisi berboncengan ternyata bisa sangat berisiko, jika dilakukan tidak sesuai kaidah safety riding. Menurut pakar, hal ini justru sering kali disepelekan oleh pengendara.

Faktanya, ada satu posisi boncengan keliru yang banyak dilakukan oleh pengendara, yakni penumpang dibonceng dan posisi tangan menggenggam behel motor, alias besi di bagian belakang.

banner 325x300

Agus Sani, Head of Safety Riding AHM Wahana, mengatakan, posisi boncengan semacam ini bisa berbahaya karena berpengaruh untuk keseimbangan, kontrol kemudi, bahkan fokus.

Baca juga: Segmentasi Konsumen Jadi Tantangan Jualan Mobil Listrik di Indonesia

postur boncengan yang sempurnaAstra Motor Jateng postur boncengan yang sempurna

“Ini kebiasaan buruk yang sudah menempel di masayarakat kita. Kalau berkendara boncengan itu enggak boleh posisi tangan megang behel,” ucapnya kepada Kompas.com, Rabu (6/12/2023).

Dia menjelaskan, posisi semacam ini bisa membuat motor menjadi limbung dan tidak seimbang karena pembagian berat antara pengendara dan penumpang terpisah.

“Kalau mau bermanuver jadinya sulit, susah dikontrol. Pasti sering kejadian yang mau menikung pelan, ujungnya malah jatuh. Karena limbung itu,” kata dia.

Baca juga: Ini Tantangan Pengembangan Transportasi Umum di Indonesia

Membonceng anak menggunakan sepeda motorFoto: Istimewa Membonceng anak menggunakan sepeda motor

Posisi berkendara yang dianjurkan adalah tubuh penumpang menempel ke punggung pengendara, dan posisi tangan penumpang berpegangan ke bagian pinggang pengendara.

Menurut agus, ini adalah posisi berkendara paling ideal saat membonceng. Beban jadi lebih merata, dan motor jadi tidak limbung sehingga risiko kecelakaan bisa diminimalisasi.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Link Original

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250