banner 728x250
Index  

Heboh Mobil Pikap Diduga ‘Larikan’ Boks Berisi Mayat di UNPRI, Kapolda Sumut Geleng Kepala-Tertawa Lalu Bilang Ini

Heboh Mobil Pikap Diduga 'Larikan' Boks Berisi Mayat di UNPRI, Kapolda Sumut Geleng Kepala-Tertawa Lalu Bilang Ini
banner 120x600
banner 468x60

SuaraSumut.id – Video diduga penemuan mayat di boks biru yang berada di parkiran di lantai sembilan kampus UNPRI (Universitas Prima Indonesia), sempat membuat heboh.

Kali ini muncul video rekaman CCTV yang memperlihatkan mobil pikap membawa boks biru ke luar dari kampus yang berada di Jalan Sampul, Medan, tersebut.

banner 325x300

Dalam video yang diunggah akun TikTok @topiksumut, terlihat satu unit mobil pikap berkelir hitam membawa boks biru keluar dari UNPRI.

Terlihat tanggal kejadian Kamis 7 Desember 2023 sekira pukul 09.08 WIB, atau sebelum pihak kepolisian melakukan pemeriksaan.

“Detik-detik dugaan pihak UNPRI larikan mayat yang ditemukan di parkiran lantai 9,” tulis narasi video dilihat Kamis (14/12/2023).

Saat ditanya terkait hal itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Agung Imam Setya Effendi tampak menggelengkan kepalanya dan tertawa tipis sebelum menjawab pertanyaan. Jenderal bintang dua ini mengaku pihaknya masih terus menyelidiki hal tersebut.

Kapolda Sumut Irjen Agung Setya Imam Effendi saat diwawancarai wartawan. [FokusFakta.com/M.Aribowo]
Kapolda Sumut Irjen Agung Setya Imam Effendi saat diwawancarai wartawan. [FokusFakta.com/M.Aribowo]

“Heheheh, penyelidikan, penyelidikan,” katanya Agung.

“Tentu kita harus menggarisbawahi bahwa cadevar ini untuk keperluan pembelajaran fakultas kedokteran,” sambungnya.

Dirinya kembali tertawa tipis saat ditanya dugaan penghilangan barang bukti karena boks biru diduga berisi mayat sudah raib di lantai sembilan.

“Dinamika itu akan kita lihat seperti apa. Nanti penyidik yang akan menjelaskan,” ungkapnya.

Disoal tentang perekam video penemuan mayat dan kemudian menyebutnya boneka apakah akan ditindak lebih lanjut, Agung menampiknya.

“Gak, gak, gak, semuanya harus kita kelola dengan baik terima kasih masyarakat yang menginformasikan banyak hal,” jelasnya.

Agung menegaskan penyelidikan terkait penemuan mayat di UNPRI Medan masih berjalan.

“Penyelidikan sedang berjalan nanti kita lihat seperti apa,” imbuhnya.

Dirinya memastikan bahwa secara administrasi lima cadaver itu legal. Cadaver tersebut terdiri dari 4 jenazah laki-laki dan 1 jenazah perempuan.

“Administrasi yang kami peroleh itu adalah cadaver yang diperoleh secara legal dan di pergunakan untuk kepentingan pembelajaran,” jelasnya.

Pernyataan Agung menyiratkan jika kepolisian belum ada menemukan adanya tindak pidana atas penemuan lima mayat di UNPRI.

Padahal, personel Satreskrim Polrestabes Medan telah susah payah melakukan penyelidikan untuk menindaklanjuti dari temuan mayat di boks biru yang berada di lantai sembilan kampus itu.

Bahkan, pihak UNPRI dalam pernyataan mengecam petugas yang melakukan penggeledahan dan menyebutnya oknum. Terkait tudingan ini, Agung membantah jika petugas arogan saat melakukan penggeledahan.

“Gak, kita perlu menyamakan persepsi saja,” katanya.

Kontributor : M. Aribowo

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250