banner 728x250

Polisi Siapkan Contraflow, Alih Arus, hingga One Way Saat Libur Nataru

Polisi Siapkan Contraflow, Alih Arus, hingga One Way Saat Libur Nataru
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, KOMPAS.com – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit, mengatakan, jajarannya telah menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Apalagi, dari sejumlah survei dan prediksi telah menyatakan bakal ada potensi lonjakan pemudik saat Nataru nanti.

banner 325x300

“Berkaitan rekayasa, kita sudah memiliki konsep. Kita pernah punya pengalaman khususnya terkait jalur mudik maupun jalur balik dalam mengelola pada saat mudik Idul Fitri sehingga tentunya pengalaman ini akan kita terapkan di libur Nataru, khususnya dalam hal pengelolaan dan rekayasa jalur transportasi,” ujar Sigit, dilansir dari NTMC Polri (8/12/2023).

Baca juga: Tol Cijago Seksi 3B Dibuka Saat Libur Natal dan Tahun Baru 2024

Ilustrasi ganjil genap di Tol Trans Jawa. Rute dan jadwal penerapan ganjil genap saat arus mudik Lebaran 2023. Rute dan jadwal penerapan ganjil genap saat arus balik Lebaran 2023.ANTARA FOTO/DEDHEZ ANGGARA Ilustrasi ganjil genap di Tol Trans Jawa. Rute dan jadwal penerapan ganjil genap saat arus mudik Lebaran 2023. Rute dan jadwal penerapan ganjil genap saat arus balik Lebaran 2023.

Menurutnya, polisi memiliki pengalaman dalam mengantisipasi arus mudik lebaran. Maka itu, polisi bakal mengaplikasikan pengalaman tersebut.

“Kita telah memiliki hitungan semacam counting pada saat jumlah kendaraan yang ada di jalur tol melebihi kapasitas tertentu maka kita akan berlakukan rekayasa,” ucap Sigit.

Strategi polisi mengatasi kemacetan mulai Contraflow, alih arus, hingga One Way nantinya akan diterapkan saat terjadi kepadatan hingga kemacetan di titik tertentu.

Baca juga: Viral, Foto Suzuki Jimny 5-Pintu Lagi Seliweran di Jalanan Jakarta

“Ini terus kita evaluasi sehingga pada saat kita lakukan rekayasa, di sisi lain jangan sampai ada masyarakat pengguna jalan juga terganggu,” kata dia.

“Sehingga tidak terjadi penumpukan yang terlalu berlebihan dan kalau pun harus terpaksa menunggu juga tentunya disiapkan rest-rest area yang kemudian juga membuat masyarakat bisa nyaman sambil menunggu,” ujar Sigit.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Link Original

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250