banner 728x250

Covid-19 Sempat Hantam Bisnis PO Juragan 99 Trans

Peremajaan pada Bus Pariwisata Itu Sifatnya Krusial
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, KOMPAS.com – Perusahaan otobus (PO) Juragan 99 Trans menjadi salah satu layanan bus AKAP dan pariwisata yang meramaikan dunia otomotif di Tanah Air sejak 2018.

Kendati terkenal bermain di segmen premium, namun saat awal menjalankan bisnis sempat alami gangguan pada masa Covid-19.  

banner 325x300

Pemilik PO Juragan 99 Trans, Gilang Widya Pramana mengatakan,  saat pandemi Covid-19 PO tersebut baru berusia satu tahun dimana masih fokus pada layanan bus pariwisata. Namun harus mengalami permasalahan pada biaya operasional. 

“Kemudian seiring berjalannya waktu datang Covid-19. Padahal kita sudah investasi sejumlah kendaraanSelama dua tahun tidak ada yang bisa dilakukan kecuali kita lakukan inovasi. Siapa yang mau liburan? Pemerintah waktu itu melakukan PPKM, sehingga tidak boleh wisata karena harus di rumah,” kata Gilang di J99 Tower, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (5/12/2023).

Baca juga: Fenomena Pengendara Motor Tidak Pakai Helm Kian Marak, Banyak yang Cuek

Bus PO Juragan 99 TransInstagram @juragan99trans Bus PO Juragan 99 Trans

Pada masa tersebut, akhirnya PO Juragan 99 Trans melakukan inovasi dengan memodifikasi bus untuk mengangkut sepeda. Sebab, kata Gilang, pada masa Covid-19 tren gowes sepeda sedang marak di Indonesia. 

“Selama masa dua tahun pandemi bisnis transportasi turun. Akhirnya bus dimodifikasi untuk orang yang ingin gowes sepeda. Jadi bagian belakang bus dibongkar untuk bisa mengangkut sepeda. Hanya saja, kendati bus tetap jalan tapi tidak menutup biaya operasional,” kata Gilang. 

Baca juga: Segini Hasil Konsumsi BBM Chery Omoda 5 GT AWD

Maka dari itu, inovasi lainnya terus dilakukan, misalnya saat bulan Ramadhan bus membuat program café on the bus. Pada program tersebut penumpang yang ikut serta diajak ngabuburit dan buka puasa di bus.

“Untung binis ini pakai modal saya sendiri tidak ada pinjaman bank atau sebagaianya. Kalau lihat orang lain banyak yang bisnis PO nya tidak kuat dan terpaksa jual bus karena tidak ada pemasukan untuk biaya karyawan. Kalau kami saat ini hanya alami beban biaya operasional. Tapi tidak ada pengurangan karyawan dan gaji tetap jalan. Setelah kondisi mulai normal, kita buka layanan bus AKAP, ” kata Gilang.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Link Original

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250