banner 728x250

Musim Hujan, Waspada Aquaplaning di Jalan Tol

Musim Hujan, Waspada Aquaplaning di Jalan Tol
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, KOMPAS.com – Akhir tahun Indonesia memasuki musim penghujan. Pengemudi mobil mesti lebih memerhatikan beberapa faktor yang terkait keselamatan terutama jika sedang melintas di jalan tol.

Praktisi Keselamatan Jalan Raya dan sekaligus pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengatakan, pengguna jalan tol mesti waspada dengan aquaplaning saat musim hujan.

banner 325x300

Baca juga: Mulai Rencanakan Liburan Akhir Tahun, Ingat Prediksi Arus Mudiknya

“Hati-hati dengan genangan air tipis di jalan tol, khususnya (mobil) yang bertelapak lebar akan mengalami aquaplaning,” ujar Jusri kepada Kompas.com, yang dihubungi Minggu (3/12/2023).

Sebuah mobil MPV mengalami aquaplaning di jalan tol @dashcam_owners_indonesia Sebuah mobil MPV mengalami aquaplaning di jalan tol

Jusri menjelaskan, aquaplaning merupakan kejadian ketika ban mobil kehilangan cengkraman ketika melewati genangan air dalam kecepatan tinggi.

Saat melintasi air dalam kecepatan tinggi ban tidak mencengkeram aspal dan seolah berjalan di atas air. Kondisi tersebut sangat berbahaya, karena dapat menyebabkan mobil kehilangan kendali dan menyebabkan kecelakaan.

“Pastikan umur ban yang baik, dan tekanan angin diperiksa, ganti ban yang sudah tidak layak atau gundul, perhatikan tekanan angin. Intinya persiapkan ban sebaik mungkin,” ucap Jusri.

Baca juga: Daftar Pebalap MotoGP yang Paling Banyak Jatuh di Musim 2023

Perhatikan kedalaman tapak ban sebagai indikator aus.caradvice.au Perhatikan kedalaman tapak ban sebagai indikator aus.

On Vehicle Test Manager PT Gajah Tunggal Tbk. Zulpata Zainal mengatakan, ada dua faktor yang meningkatkan risiko aquaplaning yaitu ban kurang tekanan udara dan penempatan ban yang salah.

“Kalau faktor ban, misalnya seperti kondisi sisa tinggi alur ban yang sudah di bawah Tread Wear Indicator (TWI), tekanan udara ban yang terlalu rendah, telapak ban yang lebih lebar dan penempatan ban yang kurang tepat,” ujarnya.

Zulpata mengatakan, saat ban kekurangan tekanan udara, kendali mobil jadi lebih lambat, jarak pengereman lebih jauh, stabilitas turun, dan pengendalian menjadi sulit.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Link Original

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250