banner 728x250
Index  

Kisah RM Abah Pantura yang Dikunjungi Anies Baswedan, Dulu Jaya Kini Merana

Kisah RM Abah Pantura yang Dikunjungi Anies Baswedan, Dulu Jaya Kini Merana
banner 120x600
banner 468x60

SuaraSumbar.id – Calon Presiden (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan menyempatkan diri mengunjungi rumah makan yang pernah jaya di masanya yaitu Rumah Makan Abah Pantura.

RM Abah Pantura terletak di Jalan Raya Eretan Kulon, RT. 11 RW. 04, Kandanghaur, Eretan Kulon, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

banner 325x300

Dalam kunjungannya, Anies Baswedan melihat kondisi RM Abah Pantura yang kini sudah tidak beroperasi. Kondisi bangunannya sudah rapuh.

Pemilik RM Abah Pantura tidak melewatkan kesempatan saat bertemu Anies Baswedan. Dalam video yang diunggah di TikTok Anies Baswedan, pemilik rumah makan mengatakan, RM Abah Pantura berdiri tahun 2002.

Saat itu RM Abah Pantura menjadi salah satu lokasi yang sering dikunjungi orang-orang yang melewati jalur pantai utara jawa (pantura).

“Omzet bisa Rp20 juta hingga 30 juta setiap hari. Kalau lebaran itu bisa sampai Rp50 juta,” ujar pemilik RM Abah Pantura.

Namun semuanya berubah sejak pemerintah membangun Tol Cipali. Kendaraan tidak lagi melewati pantura sehingga membuat omzet RM Abah Pantura turun drastis.

“Tapi pas semenjak ada tol itu, turun drastis omzetnya ditambah lagi ada pandemi Covid-19. Akhirnya tutup rumah makan ini,” kata si pemilik.

Selain makanannya yang enak, daya tarik RM Abah Pantura, adalah pemandangannya yang indah. Dari rumah makan itu, pengunjung bisa melihat pantai utara Jawa. Rumah makan ini memang terletak di pinggir pantai utara Jawa.

Anies Baswedan mengatakan, pemerintah harus memperhatikan siapa yang berpotensi terdampak negatif dari sebuah kebijakan pembangunan.  

” Ibu-Bapak sekalian, kami melihat kebijakan memang untuk pembangunan itu harus selalu memperhatikan siapa yang berpotensi terdampak negatif, lalu sebelum dampak negatif itu terasa harus disiapkan langkah-langkahnya,” kata dia.

Menurut Anies, pemerintah pasti tahu ketika tol dibangun maka kendaraan tidak akan lagi melewati jalan nontol. Karena itu, kata Anies, pemerintah mesti mengambil langkah pencegahan agar tidak berdampak pada kehidupan warga sekitar. 

“Jadi ketika kita membangun sebuah tol, maka kita sendiri tahu, pemerintah tahu nanti kendaraan lewat jalan tol, tidak lagi lewat jalan non tol. Itu sebenarnya tahu. Nah, masalahnya, tidak dilakukan langkah pencegahan atau langkah alternatif, bagaimana membuat yang selama ini hidup dari jalan non tol, itu tetap bisa punya kegiatan pengganti,” ujar Anies.

Anies mengatakan, RM Abah Pantura adalah salah satu yang terdampak setelah adanya pembangunan jalan tol di sekitarnya.

“Ini yang perlu kita sama-sama pikirkan, bagaimana kebijakan yang dibangun dapat tetap memunculkan dampak yang adil bagi lingkungan sekitarnya,” tutur Anies.

“Semoga ke depan, kebijakan ini dapat bersama kita ubah menjadi lebih adil sehingga yang merasakan kemakmuran tidak hanya dirasakan oleh satu golongan, tetapi kemakmuran bisa dirasakan oleh semua,” lanjut Anies Baswedan.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250