banner 728x250

Alasan Understeer Lebih Mudah Dikendalikan Ketimbang Oversteer

Begini Cara Mengatasi Mobil yang Mengalami Oversteer atau Understeer
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, KOMPAS.com – Bagi pengemudi mobil yang kerap melewati jalan menikung atau licin, biasanya pernah mengalami mobil hilang kendali atau daya cengkram roda tidak seimbang, sehingga mengakibatkan kesulitan dalam mengendalikan kendaraan.

Untuk mobil penggerak roda depan (FWD) fenomena ini disebut dengan understeer, sedangkan untuk kendaraan penggerak roda belakang (RWD) dikenal sebagai oversteer.

banner 325x300

Pada kondisi oversteer, bagian belakang mobil melebar ke samping lebih dari yang diinginkan pengemudi. Ini bisa terjadi ketika roda belakang kehilangan daya cengkram lebih cepat roda depan.

Baca juga: Jangan Cuek, Dinamo Starter Juga Butuh Perawatan

Gambaran mengenai kondisi mobil jika mengalami understeer dan oversteer.wikipedia Gambaran mengenai kondisi mobil jika mengalami understeer dan oversteer.

Sementara, understeer roda depan kendaraan kehilangan cengkraman lebih cepat dari roda belakang, sehingga kendaraan sulit belok dan cenderung melaju ke luar dari jalur tikungan yang diinginkan pengemudi.

Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting Jusri Pulubuhu mengatakan, antara kedua fenomena tersebut understeer lebih mudah dikontrol dari pada oversteer.

“Hal ini disebabkan karena roda depan adalah tempatnya kendali mobil, jadi mudah dikontrol ketimbang oversteer,” ucapnya kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Baca juga: Kunci Perawatan Mobil FWD, Jangan Pernah Telat Ganti Oli Transmisi

 

Ilustrasi understeersanto Ilustrasi understeer

Apabila selip pada roda belakang atau oversteer, untuk orang awam kejadian ini sulit dikontrol. Ketika roda belakang selip, dia cenderung berputar ke depan, menyalip roda depan sehingga bodi jadi miring.

Maka dari itu, mobil FWD lebih aman digunakan di jalan raya karena lebih cenderung understeer yang mudah dikendalikan saat selip.

“Pada roda penggerak belakang (RWD) memang lebih gaya karena bisa sliding dan drifting. Namun jika konteksnya untuk keamanan, kelancaran dan keselamatan di jalan raya, lebih baik penggerak roda depan,” ucap Jusri.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Link Original

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250