banner 728x250
Index  

3 Faktor yang Membuat Elektabilitas Ganjar-Mahfud Merosot Berdasarkan Survei LSI Denny JA, Gara-gara Jokowi?

Relawan Ganjar-Mahfud Kaltim Klarifikasi Pernyataan Mahfud soal Tuntutan Istri
banner 120x600
banner 468x60

SuaraJawaTengah.id – Berdasarkan survei terbaru dilakukan oleh LSI Denny JA, pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menempati posisi pertama dengan elektabilitas 43,3 persen di Pilpres 2024.

Sementara itu, pasangan nomor 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar menempati posisi dua dengan 25,3 persen dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD di posisi ketiga dengan 22,9 persen.

banner 325x300
Ganjar-Mahfud beserta istrinya masing-masing saat di arena Debat Capres yang digelar di JCC, Jumat (22/12/2023). [FokusFakta.com/Bagaskara]
Ganjar-Mahfud beserta istrinya masing-masing saat di arena Debat Capres yang digelar di JCC, Jumat (22/12/2023). [FokusFakta.com/Bagaskara]

Direktur LSI Denny JA Adjie Alfaraby menyebut, ada beberapa faktor yang membuat pasangan Ganjar-Mahfud saat ini berada diurutan ketiga. Pertama, soal blunder yang dilakukan kubu Ganjar terhada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Terekam dalam survei LSI Denny JA perginya yang puas Jokowi dari Ganjar-Mahfud. Di Bulan Mei pemilih puas Jokowi yang memilih Ganjar masih berada di angka 42.7%,” bunyi laporan survei yang disampaikan oleh Adjie.

Sedangkan diakhir Desember 2023, pemilih yang puas Jokowi yang mendukung Ganjar-Mahfud sebesar 26.4%.

Alasan kedua yang membuat elektabilitas Ganjar-Mahfud turun adalah karena plin-plan soal Jokowi.

Pada periode Maret-September 2023 yang terasa dan muncul dipemberitaan adalah sikap positif terhadap Jokowi. Namun memasuki bulan Oktober hingga November 2023, terasa ada perubahan narasi menjadi negatif dan menyerang Jokowi. Lalu pada Desember 2023, narasi yang berkembang positif kembali kepada Jokowi.

“Contoh narasi yang beredar di media misalnya: pemberitaan tanggal 28 Mei 2023. Di pemberitaan tersebut dalam judulnya dinyatakan “Ganjar: Presiden Jokowi adalah mentor saya”. Ini merupakan narasi positif terhadap Jokowi,” kata Adjie.

Sedangkan pada November 2023, Adjie menyebut bahwa muncul aneka kritik PDIP kepada Jokowi. Mulai dari pemberitaan dengan judul “Ganjar Kritik Kebijakan Maritim Jokowi 10 Tahun Mandek: Enggak Niat”. Juga Jokowi dianggap Neo-Orde Baru.

“Ini adalah bentuk narasi menyerang Jokowi,” paparnya.

Ganjar dan Jokowi (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Ganjar dan Jokowi (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Akan tetapi, pada tanggal 3 Desember 2023, kata Adjie, muncul kembali pemberitaan dengan judul “Kepada Jokowi, Ganjar: Terima kasih sudah membantu saya Banyak.” Juga pernyataan dari kubu Ganjar, bahwa Ganjar adalah Jokowi 3.0.

“Narasi yang dikembangkan pada bulan Desember kembali positif kembali terhadap Jokowi,” jelas Adjie.

Lalu yang Ketiga, slogan baru Ganjar-Mahfud: “Gerak Cepat Indonesia Unggul” menurut Adjie, belum memberikan efek elektoral.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250