banner 728x250

Alasan Orang Reparasi Pelat Nomor, karena Pelat dari Polisi Tidak Rapi

Alasan Orang Reparasi Pelat Nomor, karena Pelat dari Polisi Tidak Rapi
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, KOMPAS.com – Diakui atau tidak pelat nomor keluaran resmi Kepolisian kurang rapih. Kualitas cat seadanya dan sering kali cat tidak presisi sehingga tak sedikit yang mereparasi ke tukang pelat nomor.

Puryono, pemilik Hidayah Motor, toko pembuat pelat nomor kendaraan di bursa otomotif Blok M, Jakarta Selatan mengatakan, cukup banyak orang yang mereparasi pelat nomor asli agar lebih rapih.

banner 325x300

Baca juga: Spesifikasi Lengkap Harley-Davidson Pan America 1250 Special

Contoh pembuatan pelat mobil di salah satu toko di sentra otomotif Blok M, Jakarta SelatanKOMPAS.com/Gilang Contoh pembuatan pelat mobil di salah satu toko di sentra otomotif Blok M, Jakarta Selatan

“Jadi pelatnya dicat ulang tiga kali kemudian hurufnya pakai stiker bukan dicat,” kata Puryono kepada Kompas.com yang ditemui belum lama ini di Jakarta.

“Catnya tiga lapis biar awet. Dicat tipis, kering kemudian timpa cat lagi, cat tipis lagi kering timpa lagi. Hurufnya pakai stiker biar lebih rapih kalau cat bakal blepetan,” katanya.

Puryono mengatakan, tak cuma lebih rapih bagian huruf pakai stiker karena lebih awet. Stiker tidak akan mengelupas kecuali terkena benda tajam.

Baca juga: Wuling Air ev Masih Jadi Mobil Listrik Terlaris Oktober 2023

Pelat nomor kendaraan dinas yang bikin di tukang pelatKOMPAS.com/Gilang Pelat nomor kendaraan dinas yang bikin di tukang pelat

“Awet sama seperti stiker mobil kena hujan dan panas tidak akan ngeletek kecuali kena benda tajam. Terkena kuku atau silet akan terkopek,” katanya.

Puryono mengatakan, biaya reparasi pelat nomor asli lebih murah ketimbang bikin baru.

“Harga relatif, untuk sipil (mobil) biasa yaitu Rp 350.000 dan untuk motor Rp 200.000. Kalau reparasi untuk mobil Rp 100.000 dan motor Rp 80.000,” ujarnya.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Link Original

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250