banner 728x250

Bos Repsol Honda Dipojokkan, Marc Marquez Bela Puig

Bos Repsol Honda Dipojokkan, Marc Marquez Bela Puig
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, KOMPAS.com – MotoGP 2023 merupakan musim terburuk Repsol Honda. Tak cuma miskin prestasi, Marc Marquez juga memutuskan untuk hengkang dan pindah ke Gresini Racing musim depan.

Tak ayal semua jari menunjuk kepada Manager Repsol Honda, Alberto Puig atas terpuruknya prestasi tim yang paling banyak mencetak kemenangan dan juara dunia tersebut di kancah MotoGP.

banner 325x300

Marquez, pebalap terbaik Honda dengan jumlah enam gelar Juara Dunia MotoGP membela Puig dan mengatakan miris melihat jika Puig harus menanggung semua kesalahan Honda.

Baca juga: Bocoran Bus Baru PO Borlindo

“Saya mengenal Alberto, dan saya merasa kasihan dengan semua kritik yang dilayangkan pada dirinya. Dia adalah orang yang jujur, dan kadang orang jujur tidak punya banyak teman,” ujar Marquez dilansir dari GPOne, Rabu (22/11/2023).

Pebalap MotoGP Marc Marquez saat menyapa penggemar dalam MotoGP Hero Walk di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (15/10/2023).KOMPAS.com/Eris Eka Jaya Pebalap MotoGP Marc Marquez saat menyapa penggemar dalam MotoGP Hero Walk di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (15/10/2023).

“Alberto merupakan salah satu orang yang saat punya ide, dia akan bicara padamu tanpa ada masalah, dan itu mengapa saya mempertimbangkan dia sebagai figur fundamental di Honda, karena dia terbuka pada diskusi,” katanya.

Sebagai figur penting di Honda, Marquez mengatakan bahwa Puig punya ide yang bagus untuk kemajuan Honda.

“Saya rasa Alberto adalah sosok fundamental bagi proyek Honda, dan sering kali manajer tim tidak bisa memutuskan segalanya dan sebanyak yang Anda inginkan untuk melakukan hal-hal tertentu, ada grup, ada staf yang mereka putuskan bersama, tapi bagi saya, Alberto punya ide bagus untuk masa depan Honda,” katanya.

Baca juga: Penjualan Mobil Bekas di Libur Nataru Tidak Sebanyak Lebaran

Marquez mengatakan, jangan sampai Puig keluar dari situasi ini dengan cara yang tidak baik. Sebab segala yang dilakukan Puig pada dasarnya untuk kepentingan Honda.

Alberto PuigFoto: gpxtra.com Alberto Puig

Marquez memang tidak menyebut secara rinci, namun mengesankan managemen Honda ingin menggantinya.

“Saya pikir akan menjadi kesalahan baginya untuk keluar dari situasi ini dengan cara yang negatif, karena dia selalu sangat jelas dan mempunyai proyek dalam pikirannya, di mana beberapa hal telah dilakukan dan yang lainnya belum,” katanya.

“Tapi aku selalu menyukai idenya. Dia pasti punya beberapa ide bagus dan jika mereka menyuruhnya pergi, saya pikir itu akan menjadi sebuah kesalahan,” kata Marquez.

Baca juga: Hitung Biaya Kepemilikan Mobil Listrik MG4 EV Sampa 100.000 Km

Dalam wawancara sebelumnya, Puig mengakui prestasi Honda baik tim pabrikan maupun tim satelit di MotoGP jeblok sejak Marquez mengalami cedera di GP Jerez, Spanyol pada 2020.

Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, saat beraksi pada sesi Free Practice 1 (FP1) MotoGP Mandalika 2023 di Sirkuit Mandalika, Lombok, Jumat (13/10/2023). (Photo by Sonny TUMBELAKA / AFP)AFP/SONNY TUMBELAKA Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, saat beraksi pada sesi Free Practice 1 (FP1) MotoGP Mandalika 2023 di Sirkuit Mandalika, Lombok, Jumat (13/10/2023). (Photo by Sonny TUMBELAKA / AFP)

Walau merupakan rahasia umum, sebelumnya Honda tidak pernah gamblang menyebut merosotnya prestasi Honda karena kehilangan sosok Marquez. Namun, salah satunya karena arah pengembangan motor yang kurang tepat.

“Saya pikir, jika Anda melihat kembali pada tahun 2020, kami mengalami Covid dan Marc cedera dan sejak saat itu yang kami alami hanya penurunan,” ujar manager tim Repsol Honda tersebut dilansir dari Crash.

Saat Marquez cedera Honda tidak punya senjata andalan. Sedangkan dia merupakan salah satu kunci pengembangan motor RC213V. Adapun di saat sama para pabrikan Eropa seperti Ducati, KTM, dan Aprilia gencar berinovasi.

Baca juga: KTB Kantongi 3.194 Pemesanan dari Ajang Fuso Truck Campaign

Kemudian, di sisi lain para teknisi dan insinyur Honda yang mengembangkan motor terkendala masalah geografis.

Alberto Puigmotorsport.com Alberto Puig

Pada musim 2020 yaitu pada saat pandemi sedang tinggi-tingginya Jepang melakukan isolasi sampai membatalkan jadi tuan rumah MotoGP.

Isolasi tersebut membuat para teknisi dan insinyur Honda tidak bisa kembali ke Jepang untuk melakukan pengembangan motor. Kemudian pada saat itu balapan hanya fokus di Eropa.

“Situasi Marc benar-benar rumit dari sudut pandang pebalap dengan cederanya, tetapi juga dari sudut pandang perusahaan, tidak mudah bagi teknisi kami untuk melakukan perjalanan kembali ke Jepang, jadi mereka harus tinggal di Eropa,” kata Puig.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Link Original

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250