banner 728x250

Video Motor Mini Terobos Kemacetan di Jalan Raya Puncak

Video Motor Mini Terobos Kemacetan di Jalan Raya Puncak
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, KOMPAS.com – Beredar tayangan di media sosial yang memperlihatkan sejumlah pengendara menunggangi motor kecil di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Dalam video yang diunggah oleh akun Lowslow Indonesia, terlihat sekelompok pengendara melintasi kemacetan menggunakan motor berdimensi kecil alias motor mini.

banner 325x300

Sejumlah pengendara motor tersebut tampak menggunakan perlengkapan keselamatan berkendara yang cukup lengkap, mulai dari helm, sarung tangan, hingga sepatu.

Baca juga: Tukang Pelat Pinggir Jalan Juga Layani Bikin Pelat Nomor Dewa

Banyak warganet yang terhibur dengan aksi sejumlah pengendara motor itu, namun tak sedikit juga yang menyoroti soal keselamatan berkendara. Mengingat dimensi kendaraan yang ditunggangi berbeda dengan standar, sehingga akan sulit dilihat oleh pengendara lain. Terutama kendaraan yang berdimensi besar.

“Hati hati blind spot kendaraan besar kalau kecil gini udah ngga keliatan,” tulis akun tri_isk.

“Ga bahaya ta kalau mobil gede bisa bisa ga keliatan spion, depan jg ga keliatan kalau terlalu rendah,” tulis komentar aerosolitude.

“Bahaya kata gw mah,” kata akun fahrusleep.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana (SDCI) mengatakan, aksi tersebut biasanya dilakukan oleh komunitas motor kecil. Ia mengatakan, sebetulnya sah-sah saja untuk dilakukan, tetapi tidak di jalan umum.

“Terlihat mudah tapi bahaya menunggu. Kendaraan yang berkeliaran di jalan umum itu ada aturannya, tinggi lampu depan-belakang, dimensi roda, tinggi jok pengendara, kapasitas cc, jenis mesin, struktur rangka, plat nomor dan lain-lain. Tujuannya agar bisa terlihat satu dengan yang lain ketika di jalan raya,” ucap Sony kepada Kompas.com, Rabu (22/11/2023).

Baca juga: Modifikasi Apik Toyota Soluna, Tampil Bergaya Retro

Menurut Sony, kendaraan dimensi kecil dan rendah seperti yang ditunggangi oleh pengendara motor tersebut cukup berbahaya karena bisa menciptakan blindspot.

“Jadi jangan cuma berpikir pakai gear yang full saja terus pasti pasti aman. Tapi jenis dan dimensi kendaraan juga mempengaruhi faktor keselamatan,” kata Sony.

“Bahaya-bahaya yang mungkin terjadi adalah tabrak belakang, karena pasti sering luput dari pandangan pengendara lain akibat blindspot dan beda kecepatan,” lanjutnya.

 


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Link Original

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250