banner 728x250

Kendala VW Indonesia Belum Luncurkan VW ID. Buzz

Kendala VW Indonesia Belum Luncurkan VW ID. Buzz
banner 120x600
banner 468x60

TANGERANG, KOMPAS.com – Mobil listrik VW ID. Buzz sudah masuk Indonesia beberapa waktu lalu. Namun bukan hadir dari agen pemegang umum melainkan didatangkan dari pihak importir umum (IU).

VW ID. Buzz pertama terlihat muncul di ajang Jakarta Auto Classic Meet Up (JACMU) pada Maret 2023. Mobil yang disebut sebagai reinkarnasi VW Kombi itu tampil memukau dengan desain retro modern.

banner 325x300

Baca juga: Hasil Klasmen Usai MotoGP Qatar 2023 – Bagnaia Selangkah Lagi Jadi Juara Dunia

Ahmad Badawi, National Sales Manager PT Garuda Mataram Motor (GMM), APM Volkswagen (VW) di Indonesia, mengatakan, pihaknya sebetulnya sedang mempertimbangkan membawa mobil listrik ke Indonesia.

VW ID. Buzz Foto: VW VW ID. Buzz

Namun, kata dia, ada beberapa faktor yang masih dipelajari jika ingin membawa mobil listrik ke Indonesia. Tak cuma VW ID. Buzz tapi juga model-model lain yang sudah eksis di Eropa.

“Ada beberapa kalau di sana (Eropa) tapi kita belum tentu bisa mendapatkan produk itu. Jadi kita butuh proses. Kalau di sana sudah ada banyak ada ID2, ID3 dan segala macam,” kata Ahmad di BSD City, belum lama ini.

Salah satu kendalanya ialah keterbatasan unit setir kanan.

“Butuh proses apalagi permintaan VW juga lumayan banyak, tapi untuk setir kanan itu terbatas dan butuh proses,” ujar Ahmad.

Baca juga: Cara Modifikasi Ini Lebih Minim Risiko daripada Remap ECU

VW semakin gencar di akhir tahun, merek asal Jerman tersebut memberikan promo menarik buat calon konsumen VW All New Tiguan Allspace.Foto: KOMPAS.com/Adityo Wisnu VW semakin gencar di akhir tahun, merek asal Jerman tersebut memberikan promo menarik buat calon konsumen VW All New Tiguan Allspace.

Ahmad mengatakan, pihaknya pada dasarnya tidak tinggal diam. VW Indonesia juga tidak ingin tertinggal dari merek-merek lain yang mulai berlomba menghadirkan jajaran mobil listrik di Tanah Air.

“Yah kita lihat, yang pasti kita sedang tahap penjajakan dan apa namanya kalau yang lain main kita juga tidak akan tinggal diam. Cuma kita memang masih penjajakan,” kata Ahmad.

“Banyak sih, banyak faktor, kebijaksaan pemerintah dan lainnya, sebab tidak hanya satu sisi saja di Indonesia,” kata Ahmad.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Link Original

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250