banner 728x250

Bus PO Rejeki Lancar Ludes Terbakar di Terminal Tirtonadi

Bus PO Rejeki Lancar Ludes Terbakar di Terminal Tirtonadi
banner 120x600
banner 468x60

SOLO, KOMPAS.com – Perusahaan Otobus (PO) Rejeki Lancar atau Rela, Bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) jalur Solo-Purwodadi ludes terbakar di Terminal Tipe A Tirtonadi, Surakarta, Jawa Tengah pada Minggu (11/2/2024) pukul 23.35 WIB.

Dalam Video yang diunggah oleh akun Instagram @indo_busmate.id, Senin (12/2/2024), memperlihatkan Bus Rela yang sedang parkir terbakar, bahkan juga terlihat api membakar langit-langit terminal.

banner 325x300

Pengawas Satuan Pelayanan (Wassatpel) Terminal Tirtonadi Bandiyono mengatakan, kejadian bermula saat bus sedang parkir di sisi timur terminal, dan sudah tidak beroperasi.

Kemudian muncul tiba-tiba api dari belakang bus, yang akhirnya membakar seluruh badan bus.

“Penumpang dan awak bus sudah turun semua, karena busa sudah tidak beroperasi. Tiba-tiba muncul api dari bagian belakang bus, dan membakar seluruh body bus,” ucap Bandiyono, dikutip dari Kompas.com, Senin (12/2/2024).

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian. Namun untuk penyebab kebakaran Bus Rela masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Baca juga: Berburu Mobil Klasik BMW E30, Harga Pasarannya Gelap

Ilustrasi bus terbakarKompas.com Ilustrasi bus terbakar

Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi Ahmad Wildan mengatakan, penyebab bus mengalami kebakaran ada banyak, namun umumnya ada tiga faktor yang menyebabkan bus terbakar.

“Pertama, pembebanan arus yang salah atau juga disebut dengan error by design. Untuk pastinya harus melihat wiring diagramnya, dari situ dilakukan analisa pembebanan kelistrikan,” ucap Wilda kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Kedua, instalasi tidak sesuai, biasanya karena terjadi saat bus sedang dalam perbaikan. Mekanik kadang kurang memerhatikan bagaimana standar yang aman untuk melakukan perawatan.

Baca juga: Pesan Polisi, Merokok Sambil Berkendara Didenda Rp 750.000

“Ini sering dipicu oleh mekanik yang tidak kompeten serta budaya kerja yang buruk, tidak memerhatikan standar teknik,” ucap Wildan.

Terakhir, penggunaan material tidak sesuai standar, misal kabel, konektor dan lainnya. Ketiga komponen tersebut bisa membuat bad connection, sehingga terjadi arus pendek yang menjadi pemantik api di bus.

“Jika disitu terdapat oksigen dan benda yang mudah terbakar, maka terjadilah kebakaran,” kata Wildan.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Link Original

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250