banner 728x250

Buang Budaya Pakai Daun sebagai Tanda Saat Mogok, Ini Mobil Bukan Kambing!

Buang Budaya Pakai Daun sebagai Tanda Saat Mogok, Ini Mobil Bukan Kambing!
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, KOMPAS.com – Video viral di media sosial memperlihatkan satu unit truk yang sedang mengalami masalah di jalan. Ditengarai truk muatan tersebut mengalami masalah pada ban belakang kanan.

Namun yang menarik dari video yang diunggah akun Instagram, hilmyalx, itu bukan karena truk ganti ban, tapi perlengkapan kendaraan atau dalam hal ini segitiga pengaman.

banner 325x300

Baca juga: Mitsubishi Outlander PHEV Ralliart Dikabarkan Meluncur Tahun Ini

Dalam video terlihat truk yang berada di pinggir jalan itu tidak menggunakan segitiga pengaman sebagai tanda sedang mengalami masalah, namun justru menggunakan bongkahan batu besar yang ditaruh di belakang truk.

“Truk ini mengalami hambatan dan menyebabkan penyempitan di jalur. Pengemudipun tidak memberikan rambu segitiga, namun menggunakan bongkahan batu yang cukup besar. Sehingga berbahaya bagi pengguna jalan yang lainnya,” tulis keterangan video dikutip Kompas.com, Minggu (11/2/2024).

Dalam keterangannya, hilmyalx, yang merupakan polisi mengimbau kepada pengguna jalan untuk melengkapi perlengkapan kendaraan termasuk segitiga pengaman.

“Plis ya ini mah hilangkan budaya pake batu dan daun-daunan kalo mogok ! Itu mobil bukan kambing ga usah pake daun segala apalagi batu bahaya bosqu,” tulisnya.

Baca juga: Over Kredit Motor Ada Aturannya, Simak Biar Tidak Kena Sanksi

Penggunaan ranting daun dan batu memang cukup jamak ditemui ketika ada mobil mogok di pinggr jalan. Padahal penggunaan dua material tersebut salah. Sebab untuk memberitahu mobil mengalami masalah pakai segitiga pengaman.

Pasang segitiga pengaman saat berhenti di bahu jalanshutterstock Pasang segitiga pengaman saat berhenti di bahu jalan

Bahkan cara menggunakan segitiga pengaman pun ada aturannya. Jangan sampai alat konunikasi kepada pengendara lain itu jusru mengganggu apalagi pakai ranting daun dan batu.

Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, ketika hendak memasang rambu isyarat tersebut tidak boleh sembarangan, ada aturan main agar sama-sama tercipta kondisi yang aman.

Untuk jalan padat wajib dipasang 3 meter dari mobil berhenti. Sementara kondisi jalan lancar harus terpasang 10-30 meter. Posisi penempatan sejajar dengan sisi luar bodi mobil yang tengah berhenti.

Baca juga: Cara Benar Mengeringkan Helm Basah Akibat Kehujanan

 

“Jarak tersebut merupakan jarak aman dan wajib diterapkan ketika mobil sedang berhenti di pinggir jalan,” ujar Jusri saat dihubungi Kompas.com belum lama ini.

Sedangkan untuk jalan tol pemasangan segitiga pengaman paling tidak minimal jarak 50 meter di belakang kendaraan, dengan pertimbangan rata-rata kecepatan mobil di jalur tol normal di angka 80kpj.

“Pada jalan tol kita tidak bisa meletakannya 30 meter, tapi sekitar 50 meter. Karena kendaraan dengan kecepatan 80kpj, memerlukan waktu behenti 44-45 meter sejak mereka melihat menyadari ada segitiga pengaman,” katanya.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Link Original

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250