Ketum Asosiasi LPK Indonesia Kutuk Brutalitas Debt Collector: Aktivis Dikeroyok 15 Orang, Polisi Didesak Bertindak Cepat

Minggu, 26 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FokusFakta.com | Pekanbaru, 25 April 2026 – Aksi kekerasan brutal yang diduga dilakukan oleh sekelompok debt collector terhadap seorang aktivis perlindungan konsumen di Pekanbaru memicu kecaman keras. Ketua Umum Asosiasi Ikatan LPK Indonesia, Advokat Ujang Kosasih, S.H., secara tegas mengutuk tindakan main hakim sendiri yang dinilai telah melampaui batas kemanusiaan dan hukum.

 

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada Sabtu siang sekitar pukul 13.09 WIB di wilayah hukum Polresta Pekanbaru. Korban, yang dikenal sebagai aktivis perlindungan konsumen, diduga dikeroyok oleh lebih dari 15 orang. Para pelaku disebut menggunakan berbagai benda di lokasi, termasuk bangku dan peralatan di sebuah kedai kopi, sebagai alat untuk melakukan kekerasan.

Akibat serangan brutal itu, korban mengalami luka berat dan harus mendapatkan penanganan medis.

 

 

Tak terima atas kejadian tersebut, korban telah melaporkan insiden itu secara resmi ke SPKT Polresta Pekanbaru dengan nomor laporan: LP/B/513/IV/2026/SPKT Polresta Kota Pekanbaru tertanggal 25 April 2026.

 

 

Ujang Kosasih menilai tindakan para pelaku sebagai bentuk premanisme yang berkedok penagihan utang. Ia menegaskan bahwa praktik-praktik seperti ini tidak boleh dibiarkan tumbuh di tengah masyarakat karena mengancam rasa aman publik dan merusak tatanan hukum.

 

 

“Ini bukan sekadar penganiayaan, ini adalah bentuk teror terhadap aktivis yang memperjuangkan hak-hak konsumen. Kami mengutuk keras tindakan biadab ini,” tegas Ujang.

 

 

Lebih lanjut, ia memastikan pihaknya akan mengawal ketat proses hukum kasus ini. Ujang juga mengingatkan aparat kepolisian untuk segera bertindak tegas dan menangkap para pelaku.

 

 

“Kami akan memonitor langsung kinerja penyidik Polresta Pekanbaru. Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret berupa penangkapan, kami tidak akan ragu melayangkan surat resmi ke Karowasidik Mabes Polri,” ujarnya dengan nada serius.

 

 

Kasus ini kembali menyoroti maraknya praktik penagihan utang oleh oknum debt collector yang kerap menggunakan cara-cara intimidatif dan kekerasan. Publik kini menanti langkah cepat dan tegas aparat penegak hukum untuk menindak pelaku serta memberikan keadilan bagi korban. (Tim Redaksi)

Berita Terkait

Kosmetik Impor Ditemukan di Kamal Muara, FOKUSFAKTA.COM Soroti Legalitas dan Izin Edar BPOM
Dana Desa Bambang Rp728 Juta Disorot, Warga Pertanyakan BLT dan Proyek Infrastruktur
Plafon Aula Masjid Agung Al-Amjad Berlubang, Ke Mana Arah Pengelolaan Dana Perawatan?
Investigasi Insiden Fatal di Fasilitas Cokelat Cibodas: ofi dan BT Cocoa Buka Suara, Sejumlah Fakta Masih Ditelusuri
Truk di Lahan Kosong Karangasem Cilegon Disorot, Legalitas dan Peruntukan BBM Di Pertayakan?
GO Indonesia Gelar Kuliah Politik Digital, Bahas Reformasi Demokrasi dan Partisipasi Publik
Karyawan Pabrik Cokelat di Cibodas Tewas, Polisi Belum Terima Informasi dan Manajemen Belum Beri Keterangan
Apriansyah Desak Dugaan Kekerasan terhadap Wartawan di Serang Diusut Tuntas

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:37

Kosmetik Impor Ditemukan di Kamal Muara, FOKUSFAKTA.COM Soroti Legalitas dan Izin Edar BPOM

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:14

Dana Desa Bambang Rp728 Juta Disorot, Warga Pertanyakan BLT dan Proyek Infrastruktur

Minggu, 18 Oktober 2026 - 05:53

Plafon Aula Masjid Agung Al-Amjad Berlubang, Ke Mana Arah Pengelolaan Dana Perawatan?

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:46

Investigasi Insiden Fatal di Fasilitas Cokelat Cibodas: ofi dan BT Cocoa Buka Suara, Sejumlah Fakta Masih Ditelusuri

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:01

Truk di Lahan Kosong Karangasem Cilegon Disorot, Legalitas dan Peruntukan BBM Di Pertayakan?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:17

GO Indonesia Gelar Kuliah Politik Digital, Bahas Reformasi Demokrasi dan Partisipasi Publik

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:51

Karyawan Pabrik Cokelat di Cibodas Tewas, Polisi Belum Terima Informasi dan Manajemen Belum Beri Keterangan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:58

Apriansyah Desak Dugaan Kekerasan terhadap Wartawan di Serang Diusut Tuntas

Berita Terbaru