FokusFakta.com | Lampung — Bagi masyarakat Lampung, Piil Pesenggiri bukan sekadar filosofi, tetapi nilai luhur yang menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Konsep ini berkaitan erat dengan harga diri, kehormatan, martabat, serta upaya menjaga nama baik keluarga dan masyarakat, Jumat 21/08/2026.
Piil Pesenggiri memiliki beberapa prinsip utama, yaitu Pesenggiri atau menjaga kehormatan diri, Nemui Nyimah yang mengajarkan keramahan dan penghormatan terhadap tamu, Nengah Nyappur yang menekankan kehidupan bermasyarakat, Sakai Sambayan berupa semangat gotong royong, serta Juluk Adek yang berkaitan dengan tanggung jawab menjaga nama baik sesuai gelar dan kedudukan seseorang.
Bagi masyarakat Lampung, menjaga piil merupakan bagian penting dari kehidupan sosial. Kehormatan seseorang tidak hanya menyangkut dirinya sendiri, tetapi juga membawa nama keluarga dan lingkungan adat. Karena itu, sikap dan perilaku seseorang menjadi bagian dari ukuran martabat dalam masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Nilai tersebut tergambar dalam sebuah kisah yang berkembang di masyarakat mengenai Raden Intan, salah satu tokoh perjuangan Lampung. Dalam kisah tersebut, Raden Intan pernah bertanya kepada ibunya mengenai rasa malu.
Raden Intan: “apa obat malu, Ibu?”
Ibunya: “Mati, anakku.”
Percakapan singkat tersebut menggambarkan betapa tingginya nilai kehormatan dalam pandangan budaya Lampung. Meski kisah tersebut merupakan tuturan yang berkembang di masyarakat dan perlu ditempatkan secara hati-hati dalam konteks sejarah, pesan moralnya menunjukkan bahwa harga diri dan kehormatan dipandang sebagai sesuatu yang sangat berharga.
Piil Pesenggiri juga mengajarkan masyarakat untuk tetap terbuka, menghormati orang lain, membangun hubungan sosial, serta saling membantu. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari karakter masyarakat Lampung yang menjunjung tinggi kebersamaan dan kehormatan.
Di tengah perkembangan zaman, tantangannya adalah bagaimana nilai-nilai tersebut tetap dipahami dan diterapkan oleh generasi muda. Pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui simbol dan seremoni, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
Pada akhirnya, Piil Pesenggiri merupakan salah satu identitas penting masyarakat Lampung. Nilai tentang kehormatan, keramahan, kebersamaan, gotong royong, dan tanggung jawab menjadi warisan budaya yang perlu dijaga agar tetap hidup dan relevan bagi generasi mendatang.
D2






