ONO NIAS INDONESIA (ONIN) Desak Pemerintah Pusat Segera Sahkan RUU Provinsi Kepulauan Nias!

Rabu, 31 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FokusFakta.com | Jakarta, 30/12/25 – ONO NIAS INDONESIA (ONIN) mendesak pemerintah pusat untuk segera membahas dan mengesahkan RUU Provinsi Kepulauan Nias. Desakan ini muncul setelah pernyataan Dr. A.Y. Gea yang meminta Presiden RI dan Ketua DPR RI menolak pemekaran Provinsi Kepulauan Nias dianggap keliru dan tidak komprehensif.

“Pernyataan Dr. A.Y. Gea adalah blunder akademik yang mengabaikan realitas objektif dan kebutuhan riil masyarakat Kepulauan Nias,” kata JULIARMAN GULO, Ketua Umum ONO NIAS INDONESIA (ONIN).

Kepulauan Nias sangat layak menjadi provinsi karena memiliki identitas kultural, sejarah, dan karakter masyarakat yang khas. Pemekaran provinsi akan memperpendek rentang kendali pemerintahan dan mempercepat pengambilan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pemekaran Provinsi Kepulauan Nias bukan semata-mata persoalan administratif, melainkan bagian dari upaya pengakuan dan perlindungan terhadap kekhususan daerah kepulauan,” tambah Juliarman Gulo.

Kepulauan Nias memiliki sumber daya kelautan, perikanan, pariwisata bahari, serta sektor pertanian dan perkebunan yang besar namun belum tergarap optimal. Dengan menjadi provinsi, Kepulauan Nias akan memperoleh alokasi fiskal yang lebih proporsional dan kemampuan menarik investasi yang lebih fokus dan berkelanjutan.

ONO NIAS INDONESIA (ONIN) juga mendesak pemerintah pusat untuk memprioritaskan pemekaran Kabupaten Kepulauan Batu yang merupakan bagian integral dari Kepulauan Nias.

“Pemekaran Provinsi Kepulauan Nias dan Kabupaten Kepulauan Batu adalah langkah strategis, konstitusional, dan mendesak demi mewujudkan keadilan pembangunan dan percepatan pelayanan publik,” tutup Juliarman Gulo.

(Apri)

Berita Terkait

Kosmetik Impor Ditemukan di Kamal Muara, FOKUSFAKTA.COM Soroti Legalitas dan Izin Edar BPOM
Dana Desa Bambang Rp728 Juta Disorot, Warga Pertanyakan BLT dan Proyek Infrastruktur
Plafon Aula Masjid Agung Al-Amjad Berlubang, Ke Mana Arah Pengelolaan Dana Perawatan?
Investigasi Insiden Fatal di Fasilitas Cokelat Cibodas: ofi dan BT Cocoa Buka Suara, Sejumlah Fakta Masih Ditelusuri
Truk di Lahan Kosong Karangasem Cilegon Disorot, Legalitas dan Peruntukan BBM Di Pertayakan?
GO Indonesia Gelar Kuliah Politik Digital, Bahas Reformasi Demokrasi dan Partisipasi Publik
Karyawan Pabrik Cokelat di Cibodas Tewas, Polisi Belum Terima Informasi dan Manajemen Belum Beri Keterangan
Apriansyah Desak Dugaan Kekerasan terhadap Wartawan di Serang Diusut Tuntas

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:37

Kosmetik Impor Ditemukan di Kamal Muara, FOKUSFAKTA.COM Soroti Legalitas dan Izin Edar BPOM

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:14

Dana Desa Bambang Rp728 Juta Disorot, Warga Pertanyakan BLT dan Proyek Infrastruktur

Minggu, 18 Oktober 2026 - 05:53

Plafon Aula Masjid Agung Al-Amjad Berlubang, Ke Mana Arah Pengelolaan Dana Perawatan?

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:46

Investigasi Insiden Fatal di Fasilitas Cokelat Cibodas: ofi dan BT Cocoa Buka Suara, Sejumlah Fakta Masih Ditelusuri

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:01

Truk di Lahan Kosong Karangasem Cilegon Disorot, Legalitas dan Peruntukan BBM Di Pertayakan?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:17

GO Indonesia Gelar Kuliah Politik Digital, Bahas Reformasi Demokrasi dan Partisipasi Publik

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:51

Karyawan Pabrik Cokelat di Cibodas Tewas, Polisi Belum Terima Informasi dan Manajemen Belum Beri Keterangan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:58

Apriansyah Desak Dugaan Kekerasan terhadap Wartawan di Serang Diusut Tuntas

Berita Terbaru