GO Indonesia Gelar Kuliah Politik Digital, Bahas Reformasi Demokrasi dan Partisipasi Publik

Sabtu, 10 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FokusFakta | Jakarta — Gerakan Oposisi Indonesia (GO Indonesia) melalui program Kampus Digital menggelar kuliah politik bertema “Demokrasi, Representasi, Partai Politik, & Partisipasi Publik” secara daring melalui Google Meet, Sabtu (10/10/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. Titi Anggraini, S.H., M.H., dosen Universitas Indonesia, peneliti, dan aktivis, dengan pengantar oleh Presiden GO Indonesia, Dr. M. Syukur Mandar, S.H., M.H.

Kuliah politik ini membahas tantangan demokrasi Indonesia, fungsi partai politik, kualitas keterwakilan rakyat, serta pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawasi penyelenggaraan kekuasaan dan kebijakan publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu pokok pembahasan menekankan bahwa demokrasi tidak sebatas pemilihan umum setiap lima tahun. Demokrasi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, mengawasi pemerintah, serta memastikan kebijakan publik dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam materi kegiatan, reformasi politik dan kepemiluan turut dibahas melalui sejumlah agenda, antara lain penguatan demokrasi internal partai, transparansi pendanaan politik, keterwakilan yang inklusif, pencegahan politik uang, integritas penyelenggara pemilu, serta kepastian hukum dalam pelaksanaan putusan Mahkamah Konstitusi.

Pembenahan partai politik juga menjadi perhatian, terutama terkait kaderisasi, proses pencalonan, dan keterbukaan pengelolaan keuangan. Materi tersebut menyoroti perlunya tata kelola partai yang akuntabel agar hubungan antara aspirasi masyarakat dan keputusan politik dapat berjalan lebih baik.

Selain itu, pendidikan politik dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman warga terhadap hak konstitusionalnya. Partisipasi publik dapat dilakukan melalui pengawasan kebijakan, penyampaian aspirasi berbasis data, advokasi, serta pemanfaatan ruang digital secara bertanggung jawab.

Berdasarkan risalah kegiatan, jumlah pengguna yang tercatat pada penghitung Google Meet mencapai puncak 54 orang. Angka tersebut mencakup penyelenggara, narasumber, dan peserta lainnya sehingga tidak dapat dianggap sebagai jumlah peserta masyarakat semata.

Kegiatan ini juga memuat sesi pertanyaan dan komentar tertulis mengenai pembenahan partai politik, sistem pemilu, politik uang, serta independensi penyelenggara pemilu. Namun, risalah yang tersedia tidak memuat jawaban lisan narasumber secara lengkap.

Melalui Kampus Digital, GO Indonesia menghadirkan ruang pembelajaran untuk membahas demokrasi dan sistem kepemiluan. Gagasan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut dapat menjadi bahan diskusi publik lebih lanjut, dengan tetap mempertimbangkan kajian akademis, ketentuan hukum, dan mekanisme konstitusional yang berlaku.

Pada akhirnya, demokrasi tidak hanya berkaitan dengan hak memilih, tetapi juga hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, memperoleh informasi, mengawasi kebijakan, dan meminta pertanggungjawaban penyelenggara kekuasaan sesuai konstitusi.

(DEDI/FokusFakta)

Berita Terkait

Kosmetik Impor Ditemukan di Kamal Muara, FOKUSFAKTA.COM Soroti Legalitas dan Izin Edar BPOM
Dana Desa Bambang Rp728 Juta Disorot, Warga Pertanyakan BLT dan Proyek Infrastruktur
Plafon Aula Masjid Agung Al-Amjad Berlubang, Ke Mana Arah Pengelolaan Dana Perawatan?
Investigasi Insiden Fatal di Fasilitas Cokelat Cibodas: ofi dan BT Cocoa Buka Suara, Sejumlah Fakta Masih Ditelusuri
Truk di Lahan Kosong Karangasem Cilegon Disorot, Legalitas dan Peruntukan BBM Di Pertayakan?
Karyawan Pabrik Cokelat di Cibodas Tewas, Polisi Belum Terima Informasi dan Manajemen Belum Beri Keterangan
Apriansyah Desak Dugaan Kekerasan terhadap Wartawan di Serang Diusut Tuntas
Menyambut HUT ke 394 : Pemerintah Kabupaten Tangerang Laksanakan Khitanan Massal

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:37

Kosmetik Impor Ditemukan di Kamal Muara, FOKUSFAKTA.COM Soroti Legalitas dan Izin Edar BPOM

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:14

Dana Desa Bambang Rp728 Juta Disorot, Warga Pertanyakan BLT dan Proyek Infrastruktur

Minggu, 18 Oktober 2026 - 05:53

Plafon Aula Masjid Agung Al-Amjad Berlubang, Ke Mana Arah Pengelolaan Dana Perawatan?

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:46

Investigasi Insiden Fatal di Fasilitas Cokelat Cibodas: ofi dan BT Cocoa Buka Suara, Sejumlah Fakta Masih Ditelusuri

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:01

Truk di Lahan Kosong Karangasem Cilegon Disorot, Legalitas dan Peruntukan BBM Di Pertayakan?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:17

GO Indonesia Gelar Kuliah Politik Digital, Bahas Reformasi Demokrasi dan Partisipasi Publik

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:51

Karyawan Pabrik Cokelat di Cibodas Tewas, Polisi Belum Terima Informasi dan Manajemen Belum Beri Keterangan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:58

Apriansyah Desak Dugaan Kekerasan terhadap Wartawan di Serang Diusut Tuntas

Berita Terbaru